download film sharing download download download full download full download lagu

Penyakit ANEMIA dan Diagnosa Keperawatannya

Penyakit ANEMIA
Artikel tentang pengertian, definisi dari Penyakit ANEMIA dan Diagnosa Keperawatannya.

ANEMIA

I.    DEVINISI
•    Jumlah sdm dan Hb dibawah normal

II.    NILAI NORMAL SEL DARAH
•    1. Eritrosid (juta/mikro it) umur bbl 5,9 (4,1 – 7,5),1 tahun 4,6 (4,1 – 5,1 ),5 tahun 4,7 (4,2 – 5,2 ), 8 – 12 tahun 5  (4,5 – 5,4)
•    2. Ho (gr/dl) bbl 19 (14 – 24), 1tahun 12 (11 – 15), 5 tahun 13,5 (13 – 15,5)
•    3. leokosit (per mikro it) bbl 17000 (8-38), 1tahun 10000 (5-15),5tahun 8000 (5-13),8-12tahun 8000(5-12)
•    trombosit (per mikro) bbl 200000,1 tahun 260000,5tahun 260000,8-12 tahun 2600000
•    4. hen,otokrit (%0)bbl 54,1 tahun 36, 5tahun 38, 8-12 tahun 40

III.    ETIOLOGI
1.    hemolisis (eritrosit mudah pecah)
2.    perdarahan
3.    penekanan simsum tulang (misalnya oleh kanker)
4.    devisiensi nutrien (nutrisional anemia) meliputi devisiensi besi,folic acid

IV.    PATOVISIOLOGI
•    Etiologi →
•    Anemia
•    ↓
•    visokitas darah menurun
•    ↓
•    resiensi darah perifer
•    ↓
•    penurunan trasport o2 ke jaringan
•    ↓
•    hipoksia,pucat,lemah
•    ↓
•    beban jantung meningkat
•    ↓
•    kerja jantung meninggi
•    ↓
•    payah jantung

V.    KLASIFIKASI ANEMIA
•    anemia hipoproliferatif
1.    anemia devisiensi jumlahsel darh merah disebabkan oleh devek produksi seldarh merah,meliputi ; anemia aplastik
2.    gejala anemia secara umum
3.    devisiensi trombosit,perdarahan saluran cerna,perdarahan saluran kemih,perdarahan susunan saraf pusat

•    anemia pada penyakit ginjal
1.    nitrogen urea darah (BUN) lebih dari 10mg/dl
2.    hematotrit turun 20/30%
3.    sel darah merah tampak normal pada apusan darah tepi
4.    penyebabnya adalah menurunnya ketahanan hidup sel darah merah maupun devisiensi eritropoitin

•    anemia pada penyakit kronis
1. berbagai penyakit inflamasi kronis yang berhubungan dengan anemia jenis normositik normokromik(seldarah merah dengan ukuran dan warnayang normal)kelainan ini meliputi artitis nermatoid,abses paru dll

•    anemia devisiensi besi
1.    asupan besi tidak adekuat kebutuhan meningkat selama hamil,menstruasi
2.    b. G3 absorbsi (post gastrektomi)
gejalanya = atropi papila lidah,lidah pucat merah meradang,stomatitis angularis,sakit disudut mulut

•    anemia megaloblastik
1.    devisiensi vitamin b12 dan devisiensi asam folat
2.    malnutrisi,mal absorbsi,penurunan aintriksi faktor,anfeksi parasit usus dan keganasan,pecandu alkohol dll

•    anemia hemolitika
1.    yaitu anemia devisienszi jumlah sel darah merah disebabkan oleh destruksi sel darah merah
2.    pengaruh obat tertentu
3.    proses auto imun,reaksi tranfusi,malaria

tanda dan gejala = lemah,letih,lesu,sering mengeluh pusing dan mata berkunag,gejala lanjut berupa kelopak mata,bibir,lidah,kulit,dan tampak tangan menjadi pucat

VI.    KOMPLIKASI
Gagal jantung,parastesia dsan kejang

VII.    PEMERIKSAAN PENUNJANG

•    Kadar hb,hematokrit,indek sel darah merah,penelitian sel darah putih,kadar fe pengukuran kapasitas ikatan besi,kadar folat,vitamin b12 hitung trombosit,waktu pendarahan,waktu protrombin,dan waktu tromboplastin parsial
•    Aspirasi dan biopsi sumsum tulang
•    Pemeriksaan diagnostik untuk menentukan adanya penyakit akut dan kronis serta sumber kehilangan darh kronis

VIII.    TERAPI
1.    anemia aplastik
tranplantasi sumsum tulang,pemberian terapi imunosupresf dengan globin antitimosit (ATG)
2.    anemia pada penyakit ginjal
pada pasien dialisis harus ditangani dengan pemberian besi dan asam folat,ketersediaan eritropein rekombinan
3.    anemia pada penyakit kronis
kebanyakan pasien tidak menunjukkan gejala yang tidak memerulkan penanganan untuk anemia dengan keberhasilan penaganan kelainan yang mendasarinya besi sumsum tulang dipergunakan untuk membuat darah ,sehingga hb meninggi
4.    anemia pada devisiensi besi
dicari penyebab devisiensi,menggunakan preparat besi oral sulfat feros,glukonal ferosus dan fulmalat ferosus
5.    anemia megaloblastik
-    devisiensi b12 ditangani dengan pemberian vitamin b12 ,bila devisiensi disebabkan oleh devekabrobsi atau tidak tesedianya faktor intistik dapat diberikan fitamin b12  dengan injeksi IM
-    untuk mencegah kekambuhan anemia terapi harus di teruskan sampai px meninggal
-    anemia devisiensi asam folat penagananya dengan diet dan penambahan asam folat 1mg/hari secara IM pada px denagn g3 absorbsi

IX.    DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.    intoleransi aktivitas b/d g3 sistemtranport oksigen sekunder akibat anemia
2.    kekurangan nutrisi dari kebutuhan b/d ketidak adekuatan masukan sekunder akibat kurang stimulasi emosional/sensoris atau kurang pengetahuan tentang pemberian asuhan
3.    ansietas/cemas b/d lingkungan atau orang

1 Response to "Penyakit ANEMIA dan Diagnosa Keperawatannya"

  1. Agenpoker.biz merupakan solusi judi poker online terbaik dalam permainan poker. Segera daftarkan diri anda klik http://www.agenpoker.biz/ref.php?ref=WIJ08 dan dapatkan Bonus Depo Awal Member Baru dan juga Bonus Pulsa hanya di AGENPOKER.BIZ , Jadilah jutawan hanya dengan modal 10.000 rupiah sekarang juga !!!!

    ReplyDelete